“Sungguh, telah kami ciptakan manusia dalam
sebaik-baik acuan” (QS. At-Tiin 95:4)
Matahari,
bulan, dan bintang adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa. Kebesaran, keagungan,
dan kesempurnaan terlihat begitu nyata. Tuhan Sang Pencipta itu pula yang
menciptakan manusia, dengan melihat keagungan dan kebesaran ciptaan-Nya, tentu
Sang Pencipta tidak ingin ciptaan lainnya yaitu manusia menjadi hina, ia
ciptakan manusia dengan sempurna. Ia ingin agar manusia yang menjadi wakilnya di
dunia itu juga menjadi mulia. Dalam diri setiap manusia sudah memiliki sifat
ingin selalu indah dan ingin selalu mulia. Inilah hakikat jiwa yang berikan
oleh yang Mahakuasa, yang menjadi modal dasar keberhasilan sehingga
pergunakanlah energy tersebut dengan suara hati.
Bercita-citalah
besar dan berpikiran maju, kita tidak diciptakan untuk menjadi orang kalah
namun diciptakan sebagai wakil Allah di muka bumi untuk memberikan kemajuan dan
kesejahteraan. Setiap angkah-langkah kemenangan. Ingat Allah SWT berada sedekat
dengan urat nadi kita. Ia tak ingin kita jatuh namun ia ingin kita berhasil. Ia
tak ingin kita jatuh namun ia ingin kita berhasil. Ia senantiasa mendampingi
kita dengan suara-suara hati yang merupakan pengenjawantahan sift-sifat-Nya.
Apabila seseorang telah menyadari bahwa dirinya
memiliki sifat-sifat yang diturunkan oleh Allah tersebut, maka upayakan serta
pupuklah terus hingga menghasilkan kekuatan sekaligus motivasi yang mendahsyat.
Dengan keberanian dan kekuatan yang berlandasan pada iman tersebut, akan
tercipta kesejatian diri (eksistensi) yang bernilai tinggi. Iman yang telah
mengetuk kesadaran jati diri sebagi hamba sekaligus khalifatullah itu tak
pernah membiarkan peluang berlalu tanpa arti. Dunia adalah aset, amanah,
sekaligus ujian yang penuh tantangan menggairahkan bagi diri setiap mukmin. Dunia
adalah wujud pembuktian kualitas diri manusia.
#R

Tidak ada komentar:
Posting Komentar