A. Pendekatan Perkembangan dalam Bimbingan di Taman Kanak-Kanak
Bimbingan perkembangan merupakan suatu bentuk layanan
bantuan yang diberikan oleh guru kepada anak didik dalam upaya membantu
memecahkan berbagai masalah yang dihadapi anak dan mengembangkan berbagai aspek
kemampuan anak. Bimbingan perkembangan dirancang dengan memperhatikan berbagai
kebutuhan, kemampuan, minat, dan masalah-masalah dalam perkembangan anak.
Penciptaan lingkungan perkembangan yang kondusif menjadi faktor utama dalam
pendekatan perkembangan, karena perkembangan yang sehat akan berlangsung dalam
interaksi yang sehat antara anak didik dengan lingkungannya.
Dalam pendekatan perkembangan tercakup juga
pendekatan-pendekatan lain. Pembimbing yang melaksanakan pendekatan
perkembangan sangat mungkin melakukan intervensi krisis, remedial,
mengembangkan program pencegahan dan menggunakan kurikulum bimbingan (guidance
curriculum) yang komprehensif (Baker, 1992; Myrick, 1993 dalam Muro &
Kottman, 1995 : 5). Upaya bantuan yang diberikan terarah kepada pengembangan
seluruh aspek perkembangan yang mencakup akademik (intelektual),
sosial-pribadi, dan karir. (Reynolds, 1993 dalam Muro & Kottman, 1995 : 5).
Dalam pendekatan perkembangan, perolehan perilaku yang diharapkan terbentuk
pada anak didik, dirumuskan secara komprehensif dan rumusan itu akan menjadi
dasar bagi pengembangan program bimbingan.
B. Prinsip-prinsip
Bimbingan Perkembangan
Menurut Muro & Kottman (1995 : 50) bimbingan
perkembangan adalah program bimbingan yang di dalamnya mengandung
prinsip-prinsip sebagai berikut. 1. Bimbingan dan konseling diperlukan oleh
seluruh anak Setiap anak membutuhkan layanan bimbingan perkembangan. Hal ini
didasarkan bahwa tidak ada individu yang tidak bermasalah. Layanan bimbingan
tidak hanya diperuntukkan bahwa anak bermasalah tetapi perlu menjadi upaya
bantuan yang diberikan untuk seluruh anak didik. Semua anak perlu memperoleh
pemahaman tentang dirinya, dan juga pemahaman tentang lingkungan di sekitarnya.
2. Bimbingan dan konseling perkembangan difokuskan pada upaya membelajarkan
anak. Bimbingan perkembangan diarahkan untuk membantu tercapainya proses
pembelajaran anak. Proses bimbingan tidak terlepas dari proses pembelajaran
secara keseluruhan, dengan kata lain bimbingan dan pembelajaran merupakan suatu
proses yang terpadu yang diarahkan agar terjadinya proses belajar pada diri
anak. 3. Konselor dan guru merupakan fungsionaris bersama dalam program
bimbingan perkembangan. Dalam jenjang pendidikan dasar khususnya taman
kanak-kanak, guru selain berperan sebagai pengajar juga berperan sebagai
pembimbing dalam upaya membantu tumbuh kembangnya anak. Guru memiliki peran
strategis dalam membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi anak dan
menciptakan iklim yang sehat dalam menunjang proses belajar dan perkembangan
yang terjadi. 4. Kurikulum yang diorganisasikan dan direncanakan merupakan
bagian penting dalam bimbingan perkembangan.

Herna Pabisa
BalasHapusIrmayanti Mangopo
BalasHapusWAHYUNI HERIANTI
BalasHapusERWANTO LINGGI ALLO
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSiap bu
BalasHapusBenyamin Rappa
BalasHapusMISWAR AMIR
BalasHapusSRI WAHYUNI
BalasHapusELDWINY PUTRI RL
BalasHapusTerima kasih untuk materinya
BalasHapusTerima kasih materinya
BalasHapusterima kasih materinya bu
BalasHapusRISMAYANI
BalasHapus