Manusia itu menjawab, “Abadi dalam Cinta, dalam diri
manusia bila di ukir dengan kesederhanaan,
penuh kasih sayang dan kepercayaan.”
(Rukaya)
Senja
berawan menambah rona merah semakin nampak di ufuk barat. Ku duduk pinggir laut
di bawah sebatang pohon kelapa tak beralaskan apa-apa. Lamunanku menerawan ke
mana-mana, namun entah apa yang menyebabkan pikiranku terfokus pada seorang
teman kecilku hingga beranjak dewasa. Sebuah pertanyaan singkat dari dia yang
tak pernah kulupa, “kamu pernah merasakaan cinta abadi ? sekarang kamu rasakaan cinta abadi itu ?.”
Aku
menjawab “cinta abadi ? aku rasakaan cinta abadi itu sebatang.” Ia bertanya
“Sebatang apa ?”, aku lagi jawab “kamu cari sebatang makanan yang membuatmu
merasakaan kemanisaan yang tidak pernah hilang dan kan selalu melekat dalam
hatimu, itulah cinta abadi”. Ia bingung dengan pertanyaanku, dia berkata
“Dimana aku dapatkaan cinta abadi itu dengan sebatang makanan?”. Aku jawab
dengan senyum “Sebatang cinta itu, berada segengam kasih sayang yang akan
senantiasah di berikan oleh orang-orang yang menyangi kamu. Cukup kamu cari,
dan tanyakaan pada dirimu. Bila kamu sudah tau, kembali kepadaku dan beritau
aku kalau kamu dapatkaan cinta abadi itu dengan sebatang makanan.” Ia pun pergi
dalam keadaan binggung dengan kata-kataku.
Lalu,
kenapa cinta sebatang itu tidak terkenal ? ada apa dengan sebatang itu, yang
pastinya. Setiap manusia dalam hidupnya mau memiliki cinta yang abadi yang
takkan terpisahkaan di dunia maupun diakhirat nanti. Cinta kan selalu membuat
kita bermimpi, pertanyaan yang akan selalu muncul, apa yang akan terjadi dengan
cinta sebatang ? terus, kenapa cinta itu mengalir di setiap sanubari manusia ?
atau, mungkinkah cuman orang-orang yang tertentu mendapatkaan mimpi terindah
dalm cinta abadinya ? Tapi, bukankah setiap orang bebas merasakaan cinta abadi
dengan sebatang cinta, bukanka setiap kesulitan cinta kita pecayai ada cinta
abadi dalam diri manusia yang tak akan terpisahkaan sampai kapan pun.
Cinta
abadiku bukan hanya mimpi, namun kan terukir dalam hatiku yang paling dalam. Cinta
biasa akan selalu ada kenangan, dan orang-orang tertentu yang pernah singgah di
hati kita dan meninggalkan jejak langkah di hati kita dan kita pun akan
merasakaan hal itu dalam sanubari kita. Namun itu hanya sementara, lasting in love berada di dekatmu.
Selanjutnya Tunggu Novel “lasting
in love”, Rukaya. Wassalam... :)

Waaahhh...Kak Yaya sdh mau punya novel. Can't wait kaak
BalasHapusKak..kunjungi jg blok saya.
BalasHapusFiibyfira.blogspot.com
Hehehe... iye dik. InsyaAllah
BalasHapusHehe
BalasHapusBy kartina
ok, salam kenal.
BalasHapus