Aku
mulai duduk dalam manisnya nalarku, yang bersenanduh dengan kehidupan alam.
Mengukir cerita diatas pandi-pandi sejarah dalam raga jiwaku, melihat zaman
akhir mulai berbicara dengan alam hidup manusia. Aku bertemu dengannya di jalan
sang pejuang merah maron, membiarkan senyum dan tawa menghiasi wajah dalam
nalarku. Aku berpikir jauh dari nakhkoda hidup berliku, kini mulai melalui roda
arah sang pejuang merah maroon. Aku berbicara dari hati, dan kamu (adik
berjilbab coklat) merespon dengan wajah senyum bersahabat denganku.
Mulai
membiarkan ide gila yang terlontar dengan kata tak terpikirkan. Berawal dari
mimpi sang adik merah maron, iya berkata pada sang kaka-Nya “Aku ingin mengekspresikan
ideku di tempat sang merah”. Saat itu nalarku mulai bergejolak dalam
sanubariku, aku mulai menyusuri lorong-lorong waktu yang mampu menembus jalan
yang tepat dengan perkataan dia. Aku berkata “Bila kamu mau mengekspresikan idemu,
maka mulai sekarang kamu harus menggegam tanganku erat dan berjuang bersama...
sampai Allah mengizinkan periode aku selesai, ketika itu datang... maka kamu harus
mandiri berada di jalang sang pejuang merah maron dan berjuang bersama kader
yang lain.” Dia mulai menatapku, dengan mata bening yang berkaca-kaca. Dia menjawab
“InsyaAllah kaka”, dengan pelukan erat di tubuhku.
Hari
semakin berbicara, tak ada waktu terbuang sia-sia. Sang adik berjibab coklat
datang bersamaku, dan bertemu dengan dia di tempat ia inginkan. Lemparan senyuman
dibibirnya membuat suasana hati terasa seperti pelangi yang mampu mengeskpresikan
ide-Nya dengan penuh rasa semangat. Ia kobarkan semangat itu bersama kader
lain, tempat ia inginkan sudah terkabulkan oleh Allah SWT. Hasil itu dari
perbincangan dengan adik berjilbab coklat di kost, yang membutuhkan waktu baxk.
Bahkan aku bertemu dengan adik berjilbab coklat, tidak cukup dengan waktu 5
jam. Hingga awan mulai mendung, roda kendaraan dua motor berjalan menyusuri
berbagai tempat bersama kader lain dengan jumlah 5 orang. Dan akhirnya,
perbincangan dengan ide gila (Positif) yang
terlontarkan, dapat dihasilkan dengan baik. Bila ada kerja sama dan kemauan,
disertai gerakan dan saling percaya satu sama lain.
Dia
mulai semangat merancang untuk mengeskpresikan ide-Nya di tempat itu (Sekret PC.
IMM Barru), ia lontarkan kata-kata kepada kami. “Aku ingin seprti ini, disini
seperti ini.” Kami tersenyum padanya dengan berkata “Sialhkan”. Maka sepertilah warna coklat, “memiliki arti
memberi kesan kehangatan, kenyamanan, kesantungan, kesopanan, natural, elegan,
kokoh, moderan, rendah hati, halus budi, kuat, anggun dan dapat diandalkan.”@R
Bersambung....

numpang promote ya min ^^
BalasHapusHayyy guys...
sedang bosan di rumah tanpa ada yang bisa di kerjakan
dari pada bosan hanya duduk sambil nonton tv sebaiknya segera bergabung dengan kami
di DEWAPK agen terpercaya di tunggu lo ^_^