Mewujudkan
kehidupan yang bahagia dan sejahtera serta masyarakat yang adil dan makmur
bukanlah tugas yang gampang. Tugas ini semakin tidak mudah pada zaman sekarang
ketika kehidupan manusia semakin kompleks dan rumit. Banyak tantangan dan
masalah yang mesti dihadapi dan dipecahkan, tantangan dan masalh yang mesti
dihadapi dan dipecahkan, tantangan dan masalah yang terus datang silih berganti
seturut pergantian zaman. Tantangan dan masalah tersebut antara lain:
a. Jumlah
penduduk yang besar dan terus bertambah. Selain bisa menjadi modal, jumlah
penduduk yang besar ini juga bisa menimbulkan banyak masalah seperti penyediaan
sandang, pangan, dan papan, penyediaan lapangan kerja fasilitas kesehatan,
penyediaan sarana pendidikan yang memadai, serta penyediaan sarana transportasi
dan komunikasi untuk memperlancar aktivitas perekonomian.
b. Perkembangan
IPTEK yang semakin pesat. Di sadari bersama siapa pun pada masa kini bahwa
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan modal utama untuk mencapai
kemajuan. Oleh karena itu, penguasaan IPTEK merupakan tantangan tersendiri bagi
Negara yang sedang berkembang. Sebuah tantangan yang sungguh tidak mudah untuk
diatasi.
Dalam QS.Ar-Rahman: 33,
Allah telah berfirman : “Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup
(melintas) penjuru langit dan bumi maka tembuslah. Kamu tidak mampu menebusnya
kecuali dengan kekuatan (dari Allah).” (QS.Ar-Rahman:33)
Maksud
kekuatan dalam ayat di atas tiada lain adalah ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kebenaran ayat ini telah dibuktikan berkat adanya ilmu dan teknologi, yang
manfaatnya pun telah mempermudah kehidupan manusia. Sekarang manusia telah
mampu menembus bumi untuk menggali hasil tambang seperti: biji besi, emas,
perak tembaga, aluminium, baja, minyak bumi, (bensin, oli, minyak tanah, avtur,
gas). Kemudian manusia mencoba menjelajahi ruang angkasa seperti yang dilakukan
para astronot Amerika dan Kosmonot Rusia. Manfaat besar telah dirasakan manusia
berkat penempatan satelit di ruang angkasa seperti kemudahan berkomunikasi
lewat telepon genggam ataupun internet.
c. Pencemaran
lingkungkan akibat keserakan manusia sendiri. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman
: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan
tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan benar).” (QS. Ar-Rahman : 41)
Mengingat
dampaknya sangat merugikan kehidupan. Tantangan pencermaran lingkungan ini
harus segera dijawab dengan perbaikan. Perbaikan segera diperlukan agar
akibatnya tidak lebih buruk dan meluas. Dalam hal ini, keserakahan manusia
tampaknya perlu untuk segera dikendalikan. Penciptaan berbagai regulasi agar
eksploitasi alam dapat sejalan dengan tugas manusia sebagai khalifatullah di
muka bumi perlu segera dibuat.
d. Selain
tantangan yang bisa diprediksi dan dibuat antisipasinya, muncul juga tantangan
yang timbul di luar dugaan manusia seperti gempa bumi. Memang para ilmuwan
telah dapat memprediksi tempat terjadinya gempa, namun mereka tidak dapat
memprediksi tempat terjadinya gempa. Dalam hal ini, kesiapan berbagai pihak
menghadapi bencana tersebut menjadi kunci utama. Dengan kesepian tersebut,
jumlah dan jenis korban bisa diminimalisasi.
Untuk
dapat menjawab tantangan hidup di atas, salah satu factor pentingnya yang mesti
dikuasai adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti tercatat di atas, ilmu
pengetahuan dan teknologi terbukti dapat memeprmudah pencapaian tujuan
kehidupan manusia.
Langkah
pertama untuk mengatasi tantangan-tantangan diatas adalah mengubah
tantangan-tantangan tersebut menjadi peluang. Jumlah penduduk yang melimpah,
misalnya, dapat diubah menjadi peluang untuk menyediakan berbagai kebutuhan
hidup.
Dalam
memanfaatkan peluang tersebut, sudah barang tentu banyak kesulitan aakan
dihadapi. Namun, kita tidak perlu berkecil hati karena bukanlah di balik setiap
kesulitan terdapat kemudahan sebagaimana janji Allah dalam Al-Qur’an,
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyrah:6). Dalam hal ini,
kuncinya adalah kesabaran, ketabahan, dan ketekunan yang pantang menyerah.
Bukti
kebenaran dari ayat ini adalah banyaknya hasil penemuan manusia setelah melalui
penelitian yang sulit dan memakan waktu yang sangat lama. Kelangkaan alat
komunikasi yang mudah mendorong Graham Bell untuk menciptakannya Graham Bell
lebih dari seribu kali mengalami kegagalan dalam melakukan percobaan menemukan
alat komunikasi telepon sebelum akhirnya berhasil. Kegagalan tidak lantas
menyurutkan langkahnya untuk meninggalkanya cita-cita Tanya membuat sesuatu
yang bermanfaat bagi manusia kegagalan justru menjadi motivasi untuk terus mencari
jalan pemecahan. Akhirnya Graham Bell berhasil menciptakan telpon dan kita
sekarang bisa menikmati hasil kerja kerasnya. Jika Graham Bell bisa
memanfaatkan tantangan menjadi peluang, mengapa kita tidak? Jika Graham Bell
bisa menjadikan kegagalan sebagai motivasi, mengapa kita tidak ? Ya, tentu saja
kita bisa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar