Jumat, 05 Oktober 2018

TANTANGAN HIDUP YANG DIHADAPI KINI DAN ESOK


Mewujudkan kehidupan yang bahagia dan sejahtera serta masyarakat yang adil dan makmur bukanlah tugas yang gampang. Tugas ini semakin tidak mudah pada zaman sekarang ketika kehidupan manusia semakin kompleks dan rumit. Banyak tantangan dan masalah yang mesti dihadapi dan dipecahkan, tantangan dan masalh yang mesti dihadapi dan dipecahkan, tantangan dan masalah yang terus datang silih berganti seturut pergantian zaman. Tantangan dan masalah tersebut antara lain:
a.       Jumlah penduduk yang besar dan terus bertambah. Selain bisa menjadi modal, jumlah penduduk yang besar ini juga bisa menimbulkan banyak masalah seperti penyediaan sandang, pangan, dan papan, penyediaan lapangan kerja fasilitas kesehatan, penyediaan sarana pendidikan yang memadai, serta penyediaan sarana transportasi dan komunikasi untuk memperlancar aktivitas perekonomian.
b.      Perkembangan IPTEK yang semakin pesat. Di sadari bersama siapa pun pada masa kini bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan modal utama untuk mencapai kemajuan. Oleh karena itu, penguasaan IPTEK merupakan tantangan tersendiri bagi Negara yang sedang berkembang. Sebuah tantangan yang sungguh tidak mudah untuk diatasi.
Dalam QS.Ar-Rahman: 33, Allah telah berfirman : “Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup (melintas) penjuru langit dan bumi maka tembuslah. Kamu tidak mampu menebusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).” (QS.Ar-Rahman:33)
Maksud kekuatan dalam ayat di atas tiada lain adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebenaran ayat ini telah dibuktikan berkat adanya ilmu dan teknologi, yang manfaatnya pun telah mempermudah kehidupan manusia. Sekarang manusia telah mampu menembus bumi untuk menggali hasil tambang seperti: biji besi, emas, perak tembaga, aluminium, baja, minyak bumi, (bensin, oli, minyak tanah, avtur, gas). Kemudian manusia mencoba menjelajahi ruang angkasa seperti yang dilakukan para astronot Amerika dan Kosmonot Rusia. Manfaat besar telah dirasakan manusia berkat penempatan satelit di ruang angkasa seperti kemudahan berkomunikasi lewat telepon genggam ataupun internet.
c.       Pencemaran lingkungkan akibat keserakan manusia sendiri. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan benar).” (QS. Ar-Rahman : 41)
Mengingat dampaknya sangat merugikan kehidupan. Tantangan pencermaran lingkungan ini harus segera dijawab dengan perbaikan. Perbaikan segera diperlukan agar akibatnya tidak lebih buruk dan meluas. Dalam hal ini, keserakahan manusia tampaknya perlu untuk segera dikendalikan. Penciptaan berbagai regulasi agar eksploitasi alam dapat sejalan dengan tugas manusia sebagai khalifatullah di muka bumi perlu segera dibuat.
d.      Selain tantangan yang bisa diprediksi dan dibuat antisipasinya, muncul juga tantangan yang timbul di luar dugaan manusia seperti gempa bumi. Memang para ilmuwan telah dapat memprediksi tempat terjadinya gempa, namun mereka tidak dapat memprediksi tempat terjadinya gempa. Dalam hal ini, kesiapan berbagai pihak menghadapi bencana tersebut menjadi kunci utama. Dengan kesepian tersebut, jumlah dan jenis korban bisa diminimalisasi.
Untuk dapat menjawab tantangan hidup di atas, salah satu factor pentingnya yang mesti dikuasai adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti tercatat di atas, ilmu pengetahuan dan teknologi terbukti dapat memeprmudah pencapaian tujuan kehidupan manusia.
Langkah pertama untuk mengatasi tantangan-tantangan diatas adalah mengubah tantangan-tantangan tersebut menjadi peluang. Jumlah penduduk yang melimpah, misalnya, dapat diubah menjadi peluang untuk menyediakan berbagai kebutuhan hidup.
Dalam memanfaatkan peluang tersebut, sudah barang tentu banyak kesulitan aakan dihadapi. Namun, kita tidak perlu berkecil hati karena bukanlah di balik setiap kesulitan terdapat kemudahan sebagaimana janji Allah dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyrah:6). Dalam hal ini, kuncinya adalah kesabaran, ketabahan, dan ketekunan yang pantang menyerah.
Bukti kebenaran dari ayat ini adalah banyaknya hasil penemuan manusia setelah melalui penelitian yang sulit dan memakan waktu yang sangat lama. Kelangkaan alat komunikasi yang mudah mendorong Graham Bell untuk menciptakannya Graham Bell lebih dari seribu kali mengalami kegagalan dalam melakukan percobaan menemukan alat komunikasi telepon sebelum akhirnya berhasil. Kegagalan tidak lantas menyurutkan langkahnya untuk meninggalkanya cita-cita Tanya membuat sesuatu yang bermanfaat bagi manusia kegagalan justru menjadi motivasi untuk terus mencari jalan pemecahan. Akhirnya Graham Bell berhasil menciptakan telpon dan kita sekarang bisa menikmati hasil kerja kerasnya. Jika Graham Bell bisa memanfaatkan tantangan menjadi peluang, mengapa kita tidak? Jika Graham Bell bisa menjadikan kegagalan sebagai motivasi, mengapa kita tidak ? Ya, tentu saja kita bisa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar