Selasa, 21 Juli 2020

KESABARAN DAN PERJUANGAN HIDUP NABI MUHAMMAD SAW


“Perjuangan hidup seorang anak yatim,
yang keteladaan dan kasih saying.”
@R.K

Nabi Muhammad SAW mengandung banyak pengajaran yang bisa dijadikan teladan. Selain perjuangan beliau dalam menyebarkan agama Islam, semua umat muslim juga meneladani kisah hidupnya yang penuh cobaan namun tetap dijalani beliau dengan sabar. Nabi Muhammad SAW lahir dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalid dan Aminah binti Wahab. Sayangnya, ayah beliau Abdullah meninggal ketika Nabi Muhammad masih berada dalam kandungan sang ibu. Jadi, dia telah menjadi yatim bahkan sebelum dilahirkan.

Pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Bertepatan dengan hari senin, 20 April tahun 571 Masehi. Sesuai adat setempat, Nabi Muhammad di titipkan kepada Halimatussa’diah untuk disusui dan dibesarkan bersama anak-anak Halimah. Kisah Nabi Muhammad SAW yang menjadi Yatim piatu ketika masih berusia 6 tahun. Ketika berusia enam tahun, Muhammad kecil diajak ibundanya untuk mengunjungi makam sanh ayah. Sayangnya, dalam perjalanan pulang, sang ibu meninggal dunia. Hingga Nabi Muhammad resmi menjadi anak yatim piatu di usia 6 Tahun.

Setelah itu, Nabi Muhammad diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Hingga dua tahun kemudian sang kakek juga meninggal. Maka Nabi Muhammad yang baru berusia 8 tahun tersebut, ikut pamannya yang bernama Abu Thalib. Abu Thalib bukanlah orang kaya, sehingga untuk membantu pamannya, Nabi Muhammad ikut menggembala hewan ternak. Dan ikut berdagang bersama pamannya dengan mengambil barang dagangan dari seorang janda kaya bernama Siti Khadijah binti Khuwailid.

Kisah Nabi Muhammad SAW menikah dengan Siti Khadijah. Kagum atas kejujuran Nabi Muhammad dalam berdagan, yang membuat bisnis perniagaannya makin sukses. Khadijah pun melamar Nabi Muhammad untuk menjadi suami. Perbedaan usia dan Status sosial tidak menghentikan langkah dua insan yang telah ditakdirkan Allah SWT untuk bersatu dalam ikatan pernikahan. Nabi Muhammad SAW menikah pada usia 25 tahun, sedangkan Siti Khadijah berusia 40 tahun.

Nabi Muahammad menerima wahyu pertama ketika sedang berkhalwat di Gua Hira. Malaikat Jibril datang dan memberinya wahyu berupa surat Al’Alaq ayat 1-5. Hari itu bertepatan dengan tanggal 17 bulan Ramadan. Yang kini diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an, atau malam turunnya Al-Qur’an. Setelah menerima wahyu, Nabi Muhammad berjuang menyebarkan agama Islam. Berbagai tantangan dan cobaan ia hadapi dengan tegar, demi menyebarkan Tauhid. Khadijah setia mendampingi beliau, dan menjadi orang pertama yang mengimani kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nabi Muhammad SAW ialah, beliau sejak kecil telah mengalami berbagai cobaan dan kepahitan hidup. Menjadi yatim di usia yang masih sangat belia, lalu bekerja keras untuk membantu mencari nafkah di keluarga pamannya. Kerasnya perjuangan hidup tidak membuat Nabi Muhammad SAW menjadi orang yang sinis terhadap hidup, namun ia tetap tegar dan menjalaninya. Hingga akhirnya diangkat menjadi Nabi dan Rasul untuk menyampaikan Wahyu Allah SWT kepada umatn manusia.

36 komentar:

  1. Andi Khairul nisa

    BalasHapus
  2. Andi Khairul nisa

    BalasHapus