Jumat, 06 April 2018

WE ARE NOTHING


Kehidupanadalahsebuahkesempatan yang dihadapkanbegituistimewa
Di depankita… di antaraduatitiklahirdanmatiitu,
terbentangkesempatanbagisetiapinsanuntuk
Mengukirmanfaat di dalamnya.

Sebuahkisanyata yang sangatindah. Di perankansebuahinsanolehtangan-tanganterampil. Saudara, sayainginmengajakAndauntukmemandangsebuahkeajaiban yang telahberhasildiperankanolehCahaya. Iniadalahsaturangkaianhiidupkisanyata.
Saudara, marilahkitabelajardarisecuil episode hidupkita, sebuahrekamankecildarisatukejadian yang berangkaliluputdariperhatian. Inilahsebuahgambaran, maaf, suatutitikkejadianmenjelangpersalinan. Di ceritakandalamhidupCahayabahwakita yang menjadi “manusia” sehatsempurnasekaranginitelahmelaluisebuah proses yang amatkrusial.
Sejenak, marikitarenungkanseandainyabukanAnda yang sampaikedindingrahimibu. Kira-kirakitaberada di manasaatini ?jawablahdenganhatiAnda, di manakitabilahalituterjadi? MahaSuci Allah, kitabisamenjadibukanapa-apa. Benda padattidak, bendacairtidak, danmungkinmaaf, najis pun tidak.
Nah, marilahkitamulaisegalaaktivitasinidengansebuah big zero. We are nothing. Kita bukanapa-apa, bukansiapa-siapa. Inilahsatukesempatankitamerenungkanduahalsekaligus. Satusisikitatidakbolehmerasabesarkepaladengankeberadaankitasandang, karenapencapaian, gelar, hebatnyakekayaandankekuasaan. Namun, kita pun takbolehlantashidupberkecilhatidanmenyerahkarenasetiapdetikkehidupankitatelahdipilihdenganbegitucermatdantelitioleh Yang MahaMengatur. Takadaselembardaun pun jatuhtanpasepengetahuandanperhitungannya-Nya.
Sesungguh, setiapdetikkitamemilikiarti yang sangatluarbiasa. Tatkalakitamenyaksikansebuah proses persalinan yang mahakrusial, segeralahkitamengambilsisikemanusiaankita yang terdalam. LihatlahdenganmatabatinAnda. Bahwakehidupankitabenar-benardimulaidenganprantara “Kasihsayangdanpeduli”. Ibukitabertaruh, mempertaruhkannyawadetik demi detik, bersimbahdarah. Inilahpengorbanan yang mahadahsyatdarisesosokmanusiaperkasa di dalamhidupkita. Pengorbananmanalagi yang dapatmembandingkanhalitu. Jujurlah, kitatakkanmungkinmengelakdaripernyataanbahwa, “You were born because somebody sacrifice”. Kita lahirkarenaadaseseorang yang berkorbantanpamenuntutdanmemberitahukankepadakitaapa yang dialaminya. Mashaa Allah…
Kasihsayang. Di sanalahkitasemuaberasal. Itulahawalkitamemulaikehidupan. Ada titikawal, tentulahadatitikakhirkita. Itulahkematian. Apakahsesungguhnyamaknamati ?segalasesuatu yang berakhir. Lilin yang ditiupakanpadam, lampu yang takdialirilistrikakanmati. Tumbuhan, hewan, dansegala yang hidup di mukabumimengenalakhir, mengenalkematian. Jelasbahwakematianmanusiaakanberbedadenganmakhluk lain yang mengakhiriusianya. Kita tentutakinginsamaakhirnyadengansebatanglilin. Ditiupsumbercahayanya, danmatitiadaberbekas. Lalu, apakahkitainginmatitanpabekassepertililindanbenda-bendalainya?Apakahkitainginmatiuntukdilupakan, tanpaada yang mengambilmanfaatdankesandarikehidupan yang kitajalani. Kita sepertisebuahketaksengajaan, hiduptaksengajaadadanmatitidakada yang merasakehilangan. Mengapa? Semuaitukarenakehidupankitatidakpunyahati. tidakmenggunakandanmenghadirkanhati.
Inilahsebuahkeajaibankehidupan. Bilaseseorang yang takpernahmelafazkan “Laailahaillallah”sajabisamenorehkantintaemaskebajikan. Harumkebajikannyamasihdikenang orang di seluruhduniahinggakini. Di manakahkesadarankitauntukmengisiharihidupinidenganmanfaatdankebajikan? Duatitikantaralahirdanmatiinikitaisidenganmakna, sesuatu yang berarti. Bisakahkita? Harusbisa! Kita jugaharussenantiasamembuatamalkebajikan yang dapatdipetikmanfaatnya. Manfaatbagi orang lain dantabunganamaliahkitauntukbekalhidup di kemudianhari.
Menurutku, kehidupanadalahsebuahkesempatan yang dihadirkanbegituistimewa di depankita. Di antaraduatitiklahirdanmatiterbentangkesempatanbagisetiapinsan, untukmengukirmanfaatdanprestasi di dalamnya. So, what do we have to do?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar