Kehidupanadalahsebuahkesempatan yang
dihadapkanbegituistimewa
Di depankita… di antaraduatitiklahirdanmatiitu,
terbentangkesempatanbagisetiapinsanuntuk
Mengukirmanfaat di dalamnya.
Sebuahkisanyata yang
sangatindah. Di perankansebuahinsanolehtangan-tanganterampil. Saudara,
sayainginmengajakAndauntukmemandangsebuahkeajaiban yang
telahberhasildiperankanolehCahaya. Iniadalahsaturangkaianhiidupkisanyata.
Saudara,
marilahkitabelajardarisecuil episode hidupkita, sebuahrekamankecildarisatukejadian
yang berangkaliluputdariperhatian. Inilahsebuahgambaran, maaf,
suatutitikkejadianmenjelangpersalinan. Di ceritakandalamhidupCahayabahwakita
yang menjadi “manusia” sehatsempurnasekaranginitelahmelaluisebuah proses yang
amatkrusial.
Sejenak, marikitarenungkanseandainyabukanAnda
yang sampaikedindingrahimibu. Kira-kirakitaberada di manasaatini
?jawablahdenganhatiAnda, di manakitabilahalituterjadi? MahaSuci Allah,
kitabisamenjadibukanapa-apa. Benda padattidak, bendacairtidak, danmungkinmaaf,
najis pun tidak.
Nah,
marilahkitamulaisegalaaktivitasinidengansebuah big zero. We are nothing. Kita bukanapa-apa, bukansiapa-siapa.
Inilahsatukesempatankitamerenungkanduahalsekaligus.
Satusisikitatidakbolehmerasabesarkepaladengankeberadaankitasandang,
karenapencapaian, gelar, hebatnyakekayaandankekuasaan. Namun, kita pun
takbolehlantashidupberkecilhatidanmenyerahkarenasetiapdetikkehidupankitatelahdipilihdenganbegitucermatdantelitioleh
Yang MahaMengatur. Takadaselembardaun pun jatuhtanpasepengetahuandanperhitungannya-Nya.
Sesungguh,
setiapdetikkitamemilikiarti yang sangatluarbiasa. Tatkalakitamenyaksikansebuah
proses persalinan yang mahakrusial, segeralahkitamengambilsisikemanusiaankita
yang terdalam. LihatlahdenganmatabatinAnda. Bahwakehidupankitabenar-benardimulaidenganprantara
“Kasihsayangdanpeduli”. Ibukitabertaruh, mempertaruhkannyawadetik demi detik,
bersimbahdarah. Inilahpengorbanan yang mahadahsyatdarisesosokmanusiaperkasa di
dalamhidupkita. Pengorbananmanalagi yang dapatmembandingkanhalitu. Jujurlah,
kitatakkanmungkinmengelakdaripernyataanbahwa, “You were born because somebody sacrifice”. Kita
lahirkarenaadaseseorang yang berkorbantanpamenuntutdanmemberitahukankepadakitaapa
yang dialaminya. Mashaa Allah…
Kasihsayang. Di
sanalahkitasemuaberasal. Itulahawalkitamemulaikehidupan. Ada titikawal,
tentulahadatitikakhirkita. Itulahkematian. Apakahsesungguhnyamaknamati
?segalasesuatu yang berakhir. Lilin yang ditiupakanpadam, lampu yang takdialirilistrikakanmati.
Tumbuhan, hewan, dansegala yang hidup di mukabumimengenalakhir,
mengenalkematian. Jelasbahwakematianmanusiaakanberbedadenganmakhluk lain yang
mengakhiriusianya. Kita tentutakinginsamaakhirnyadengansebatanglilin.
Ditiupsumbercahayanya, danmatitiadaberbekas. Lalu,
apakahkitainginmatitanpabekassepertililindanbenda-bendalainya?Apakahkitainginmatiuntukdilupakan,
tanpaada yang mengambilmanfaatdankesandarikehidupan yang kitajalani. Kita
sepertisebuahketaksengajaan, hiduptaksengajaadadanmatitidakada yang
merasakehilangan. Mengapa? Semuaitukarenakehidupankitatidakpunyahati. tidakmenggunakandanmenghadirkanhati.
Inilahsebuahkeajaibankehidupan.
Bilaseseorang yang takpernahmelafazkan
“Laailahaillallah”sajabisamenorehkantintaemaskebajikan.
Harumkebajikannyamasihdikenang orang di seluruhduniahinggakini. Di
manakahkesadarankitauntukmengisiharihidupinidenganmanfaatdankebajikan?
Duatitikantaralahirdanmatiinikitaisidenganmakna, sesuatu yang berarti.
Bisakahkita? Harusbisa! Kita jugaharussenantiasamembuatamalkebajikan yang
dapatdipetikmanfaatnya. Manfaatbagi orang lain dantabunganamaliahkitauntukbekalhidup
di kemudianhari.
Menurutku,
kehidupanadalahsebuahkesempatan yang dihadirkanbegituistimewa di depankita. Di
antaraduatitiklahirdanmatiterbentangkesempatanbagisetiapinsan,
untukmengukirmanfaatdanprestasi di dalamnya. So, what do we have to do?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar