"Seseorang
ditusuk kepalanya dengan jarum besi lebih baik daripada menyentuh
wanita yang tidak halal baginya."
Tidak semua laki-laki jaman now memiliki
niat yang tulus saat mendekati perempuan jaman now. Biasanya, laki-laki jaman
now dengan kepribadian kekanak-kanakan cenderung tidak akan menghargai arti
sebuah hubungan dan perasaan orang lain.
Laki-laki jaman now seperti ini hanya fokus pada bagaimana caranya agar dia
tidak jomblo dan malu dengan teman-temannya.
Ada 6 trik yang digunakan laki-laki playboy
jaman now yang kamu kira kalau dia suka kamu. Dia akan melakukannya sampai kamu
luluh dan akhirnya menerimamu jadi pacarnya. Padahal sebenarnya, dia tidak
menyukaimu.
1.
Siap-Siap Hati & Telinga
Panas. Reputasi laki-laki playboy jaman now cenderung
buruk, tidak jarang dicap sebagai penjahat perempuan. Mereka sering kali
memberikan harapan palsu kepada perempuan. Tidak heran kalau banyak perempuan
yang patah hati dibuatnya. Selain itu sudah merupakan karakternya, bahwa
semua playboy memang selalu baik hampir kepada semua
perempuan. Tidak perlu langsung emosi ketika si dia memberi potongan kue
pertama ultahnya kepada perempuan lain. Si dia belum tentu menganggap Anda
istemewa walaupun sudah beberapa kali jalan bersama. Anda juga harus bersiap
menjadi bahan gunjingan. Karena seringnya, perempuan yang dekat denganya ikut
terimbas sial dan dianggap koleksinya.
2.
Supel. Salah satu ciri
utama laki-laki playboy jaman now adalah pintar bergaul.
Sepertinya dia mengenal dan dikenal berbegai kalangan, mulai dari pelayan kafe,
kaum eksekutif sampai pejabat perusahaan. Makanya tidak heran, laki-laki playboy biasanya
termasuk supel. Tidak jarang pula dia
termasuk yang populer di berbagai komunitas, terlebih di lingkungan dia beraktifitas.
3.
Butuh tantangan. Sifat
lain laki-laki playboy jaman now pada umumnya adalah suka
tantangan dalam menaklukan perempuan. Dalam pikirannya, tidak ada perempuan
yang tidak bisa diluluhkan hatinya. Kalau sudah mengincar satu perempuan, dia
bakal rela melakukan apapun untuk mendapatkannya. Mengejar dan dikejar
perempuan adalah sesuatu yang biasa buat dia. Dia juga terbiasa menghadapi
berbagai tipe perempuan dan punya rencana A-Z untuk menarik perhatian perempuan.
Satu trik untuk menghadapi laki-laki seperti ini adalah dengan balik
menantangnya. Buat dia penasaran dengan sikap tarik-ulur Anda. Dengan
membuatnya penasaarn, Anda bisa mengecek sejauh mana dia tertarik pada Anda.
4.
Hati-hati Rayuan Maut. Modal
laki-laki playboy jaman now ternyata tidak hanya penampilan
fisik dan materi namun juga kata-kata manisnya, rencana-rencana romantis dan
perhatian-perhatian mereka. Makanya sangat penting untuk Anda perhatikan ketika
dia mulai membombardir rayuanmaut atau kiriman coklatnya, jangan sampai membuat
Anda terbuai dan melupakan kualitas yang Anda inginkan darinya. Tapi bukan
berarti langsung anti dan memasang ‘pertahanan’, lebih baik nikmati saja. Saat
dia memuji, angap saja dia penggemar berat Anda. Terpesona boleh saja, apalagi
laki-laki playboy memang didesain untuk berhasil mempesona
kaum hawa.
5.
Jago Berbohong. Parahnya,
selain mampu mempesonakan dengan perhatian-perhatiannya, biasanya mereka juga
menguasai ilmu berkelit tingkat tinggi. Ilmu ini biasanya digunakan agar mereka
dapat aman jalan dengan perempuan yang lain tanpa menimbulkan rasa curiga.
Soalnya, kalau mereka ketahuan selingkuh bisa menjatuhkan reputasinya sebagai
laki-laki penuh perhatian. Jadi tidak perlu heran kalau dia beberapa kali
membatalkan janji karena harus mengantar adiknya ke dokter gigi-lah, mobil yang
tiba-tiba ngadatlah atau menjemputmamanya arisan. Dan jangan kaget kalau pada
saat yang sama salah seorang teman bilang kepada Anda kalau si dia terlihat sedang
jalan di mall dengan perempuan lain. Lebih baik ‘singkirkan’ saja, sebelum
makan hati.
6.
Takut Komitmen. Ini
merupakan satu tantangan berat untuk menaklukan si playboy jaman now: takut
komitmen! Playboy selalu ingin menikmati kebebasan. Buat si dia, kalau bisa
menikmati hubungan dengan banyak perempuan, kenapa harus stuck dengan satu
perempuan saja? Menikah dan berkeluarga adalah rencana jangka panjang yang jauh
dari pikirannya. Makanya jagan berharap bisa segera memperkenalkan si dia
dengan keluarga besar Anda karena bisa-bisa dia justru kabur. Saai ini mungkin
si dia masih ingin bebas menikmati hidup sebagai seorang lajang. Tapi suatu
saat nanti si dia pasti akan mulai mencari hubungan tetap. Kuncinya: Bersabar!
"Percakapan Anak Jaman Now"
Playboy jaman now, apaan tuh? Eh. masa
kamu belum tahu playboy jaman now, sih? Waduh, mesti hati-hati itu,
jangan-jangan teman laki-laki kamu juga masuk tipe manusia cap kelinci ini?
Atau malah kamu yang laki-laki termasuk dalam daftar sebutan itu? Ih, amit-amit
deh, meskipun imut-imut!
Lha, emangnya kenapa? Playboy jaman now
itu saudara-saudara, adalah istilah buat para lelaki yang suka ngelaba and hobinya
mengoleksi benyak perempuan, untuk dijadikan pemuas nafsunya, tho. Boleh
dibilang para aktivis playboy tak bisa netep di satu hati. Mesti pindah-pindah.
Beda banget dengan yang digembar-gemborkan KLA Project,? Tak bisa ke lain
hati…’ Jadi, ibarat kumbang lah, habis bunga yang satu layu dihisap madunya,
dia bakal nyari bunga yang ain. Pokoknya, habis manis sepah dibuang!
Saal penampilan? Jelas dong, kalo yang
punya tampang kartu mati atau klimis alias kliatan miskin, jarang yang berani
macem-macem. Rata-rata, yang punya tampang Oke seperti yang dimiliki Brad Pitt,
Leonardo Di Caprio, Sylvester Stalone, Antonio Banderas, atau Pierce ‘007″
Brosnan dan macam-macam itulah yang banyak jadi playboy. Wajar dong, soalnya
tampang mereka memang layak jual, sementara imannya ternyata blong. Jadinya,
cooocok!
Nah, kamu sudah tahu kan sekarang?
Pasti dong. Soalnya walau bagaimana pun juga kamu bukan tipe orang macam Forest
Gump (he… he.. sori).
Tahu Don Juan dan Cassanova? Yes,
beliau-beliau itu adalah pentolan para playboy kelas kakap. Malah gokilnya Don
Juan punya semboyan, Aku lihat, aku dapat, aku sikat dan… aku minggat” Gilee
beneeer.
Warren Beaty, pemeran Dick Tracy yang
main bareng sama Madonna juga termasuk yang suka ‘ngerjain” perempuan. Sebagaa
contoh selebornya Beaty adalah, dia enak-enakan kencan bareng lawan mainnya
(Madonna) saat syuting film itu, padahal istrinya juga ikutan nimbrung di film
itu. Ck.ck..ck… sableng juga tuh ‘bocah.’
Jadi Playboy jaman now, Kebanggaan Anak
laki-laki? Punya wajah kece dan bebas
jerawat, ditambah postur tubuh yang menjanjikan, paling nggak, boleh dibilang
kembarannya David Beckham atau David Ginola, atau juga sedikit mirip Jhonny
Depp aktor keren yang namanya tendongkrak lewat film Don Juan De Marco di tahun
1995, hati-hati, jangan sampe membuat kamu gelap mata karena terlalu PD.
Mentang-mentang punya pesona, lalu mengobralnya pada setiap perempuan dan sok
romantis, kelakuanmu itu bisa bikin berabe brurl Kamu bakalan dapat semburan sumpah
serapah dari perempuan yang kamu kerjain.
Tokoh James Bond, sejak filmnya yang
pertama, Dr. No, sampai sekuelnya yang ke 19, The World is Not Enough, Bond
selalu dikerubungi perempuan cantik dan seksi. Tentu saja, tokoh rekaan Ian
Fleming, seorang mantan perwira angkatan laut Inggris ini tak membiarkan begitu
saja kesempatan emas yang terbuka di depan matanya. Mana ada sih kucing yang
membiarkan ikan? Apalagi ikannya yang nyamperin. Walhasil, Bond juga ternyata
‘teladan’ playboy jaman now never dies!
Gimana nggak, tokoh-tokoh James Bond
itu ganteng dan keren, itu dibuktikan oleh Roger Moore, Sean Connery, Timothy
Dalton (di masa mudanya saat memerankan agen rahasia lnggris, Mi-5 itu) atau
Pierce Brosnan, sehingga membuat pare cewek kolaps, lalu tergila-gila dan
selalu ingin dekat dengan dirinya. Nah, bagi kamu yang mirip-mirip mereka.,
harus hati-hati, jangan sampe kamu menapak tilasi mereka dalam soal mempermainkan
perempuan.
Lho, kan enak bisa dikerubungi
perempuan cantik? Iya, enak di kamu nggak enak di perempuan! Coba saja kamu
pikirkan, secara perasaan saja, seandainya kamu jadi perempuan, bila kekasihmu
sering gonta-ganti gacoan, misalnya saja, kemarin Si Meta, hari ini kamu, eh,
besoknya Si Rina. Kamu sakit hati nggak, sementara segala milikmu telah
direnggut habis. Karena terlalu percaya dengan omongannya yang manis tapi
beracun dan sang ‘Casanova” pergi entah kemana (tak mustahil, dia lagi
enak-enakan kencan dengan yang lain). Nah lho, merana deh.
Lagi pula, alasan aneh bin ajaib yang
sering dilontarkan para pelaku aktif ngelaba adalah nyari variasi, katanya.
Urusan nyari gacoan dan gonta-ganti pasangan, rupanya telah menjadi trade mark
anak laki-laki, meskipun anak perempuan yang begitu juga nggak sedikit. Secara
psikologi, memang itu sangat berpengaruh terhadap rasa PD-nya. Bukan apa-apa,
semakin banyak perempuan digaet, semakin laku di pasaran (ciee…). Persis minyak
goreng saat krisis moneter, tanpa promosi pun ia akan dikejar den dicari.
Celakanya, bagi sebagian laki-laki, jadi playboy memang dambaan hidupnya.
Hal ini jelas mendongkrak full harga
diri laki-laki, celakanya justeru karena terlalu PD, akhirnya lupa daratan.
Keenakan jadinya, dan yang tadinya cuma iseng, sekarang jadi nyandu. Namun
ingat wahai para laki-laki, kalo aset ‘nasionalmu’ sudah melempem, kamu akan
segera dilupakan orang. Persis seperti Marlon Brando, yang memerankan Stanley
Kowalski dalam film A Streetcar Named Desire (1951). Saat muda dipuja (tapi
sekaligus dicaci) banyak perempuan, dan ketika tuanya, ia dilupakan orang
begitu saja.
Alasan lain yang sering dipakai oleh
para aktivis ngelaba alias playboy adalah sebagai balas dendam, karena ia
merasa ditipeng dan dikerjain habis-habisan sama pasangannya. Seperti yang
dilakukan Sylvester ‘Copland” Stallone yang mendadak menjadi trengginas setelah
diperas abis-abisan oleh mantan istrinya yang kemudian menjadi lesbian,
Brigitte Nielsen, Sly kerap rnenyakiti hati perempuan. Setiap pacarnya selalu
dihamili untuk kemudian dicampakkan begitu saja. Bak kumbang, ia pindah dari
satu bunga ke bunga yang lain, tentu setelah madunya dikuras habis.
Agar Tak Jadi Playboy jaman now,
Di masa Rasulullah, ada seorang pemuda yang
penampilannya oke punya; wajahnya kece, anak bangsawan, jujur, cerdas, dan
sholeh. Siapa dia? Mushab bin Umair. Ya, Mushab, yang telah membuat gadis-gadis
Makkah selalu menantikan kehadirannya. Mushab memang idaman. Tapi, apakah
Mushab memanfaatkan kelebihannya itu untuk mempermainkan perempuan? No way!
Boro-boro jadi playboy, punya semangatnya saja tidak. Malah Mushab tak
mempedulikan mereka sedikitpun.
Beliau selalu menundukkan pandangannya,
bukan berarti beliau nggak normal, tapi karena beliau lebih malu dan takut
kepada Allah dan Rasul-Nya. Sehingga beliau tak pernah mengobral pesonanya
sembarangan. Ya, memang bertentangan banget sama kelakuannya bintang The
Platoon Charlie Sheen ganteng tapi sekaligus predator perempuan cantik!
Nah, kalo kamu memang punya tampang
keren dan beken (bekas kenek? Bukan, brur! Ya, populer, gitulah), jangan merasa
kamu berada di atas awan-awan, lalu memanfaatkan kegantengan face-mu dan
seluruh penampilan tubuhmu untuk menjerat banyak perempuan sebagai pemuas
nafsumu. Atau memanfaatkan potensi tubuhmu untuk mendongkrak popularitas dan
karirmu, seperti apa yang pernah dilakukan oleh Antonio Banderas yang tenar
karena ketebelece Madonna. Ceritanya, pada tahun 1991, Madonna mengajaknya dan
memberi referensi sebagai laki-laki paling seksi dalam film dokumenter yang
kontroversial tentang dirinya, In Bed With Madonna. Setelah itu, nama Antonio
melambung dan jadi buah bibir di jagat Hollywood. Lama-lama bocah Spanyol ini
mulai bertingkah, itu dibuktikannya dengan memburu Melanie Griffith dan
meninggalkan istrinya, Ana Leza. Dasar Playboy!
Lalu gimana dengan sang perempuan?
“Kasihan perempuan!” begitu kira-kira orang menilai tentang perempuan korban
para playboy. Betul memang, para laki-laki seharusnya menjaga dan melindungi
perempuan, karena kelemahannya itu. Tapi jangan salah, menurut John Gray,
Ph.D., seorang psikolog di Amerika, beliau mengatakan bahwa antara taki-laki
dan perempuan itu memang berbeda. Ibaratnya mereka datang dan planet yang
berlainan. Laki-laki dari Mars dan perempuan dan Venus. Laki-laki sifatnya
agresif, sementara perempuan cenderung nrimo. Barangkali karena sifat ini pula,
para laki-laki (yang punya semangat ngelaba) cenderung mendikte dan
mempermainkan perempuan.
Dan dengan menyadari perbedaan itu,
semestinya kaum laki-laki lebih arif dalam memperlakukan wanita. Meski menurut
Erich Fromm, pengarang kitab Escape From Freedom yang ditulis dibawah
bayang-bayang kekuasaan Hitler, memberikan pernyataan bahwa manusia itu makhluk
sosial sehingga mau tidak mau ia akan membutuhkan teman untuk hidup, teman
untuk bicara dan sebagainya. Namun, meski demikian, manusia tak bisa dibiarkan
bebas menentukan aturan sendiri.
Ini barang kali bisa dijadikan sebagai
pelajaran bagi jamaah laki-laki. Dalam ajaran Islam itu ada aturannya, brur.
Termasuk untuk urusan gaul. Jangan mentang-mentang demi gaul, lalu kita bebas
melakukan apa saja terhadap lawan gaul kita. Lebih-lebih sampai ngelaba segala.
Nggak baik. Selain merusak kerja sama antara laki-laki dan perempuan, juga
telah merusak tatanan sosial. Catet, itu!
Jadi, agar kamu (khusus laki-laki) nggak
terjerembab masuk ke dalam jamaah para playboy jaman now, maka wajib tahu
aturan main dalam gaul dengsn lawan jenis, karena memang awalnya dari sini.
Kemudian, lambat laun mulai mengertilah perasaan perempuan. Meski secara
psikologi perempuan itu memang cenderung ingin memamerkan apa yang dimilikinya persis
seperti burung merak yang doyan memamerkan bulu indahnya ditambah dengan
sifatnya yang mudah tersentuh (dan disentuh tentunya), tapi para laki-laki
jangan bereksperimen mempermainkan mereka. Kasihan…
Kendalikan Nafsumu! Aryton Senna, sang pembalap formula 1, karena ngotot
nginjek pedal gas terus-terusan dan lupa nginjek rem (dan memang ajalnya sudah
tiba), akhirnya tak kuasa mengendalikan mobilnya yang melaju dengan kecepatan
350 km/jam, lalu membentur dinding pembatas di sirkuit Imola, dan akhirnya
tewas.
Barangkali, itulah gambaran orang yang
tak kuasa mengendalikan hawa nafsunya. Karena terlanjur memanjakan nafsu, akhirnya
nafsu itu sendiri yang membinasakan dirinya.
Berarti harus mematikan nafsu? Nggak
sekejam itu, brur! Nafsu tak bisa dimatikan, tapi bukan berarti nggak bisa
dikendalikan. Ya, sepanjang kita masih hidup, nafsu akan senantiasa hadir dalam
diri kita, mengalir dalam energi kehidupan kita. Dan tentunya kita harus pandai
menyalurkan kepada yang benar dan baik. ltulah namanya mengendalikan.
Kemudian bagi kamu-kamu yang terlanjur
jadi “murid” Don Juan dan Casanova, jangan merasa aman-aman saja dengan
kelakuan burukmu. Potensi dirimu ada batasnya, terus perbuatanmu juga akan
dimintai pertanggungjawaban. Allah berfirman, “Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan dan hati semuanya akan dimintai? Pertanggung jawaban”. (OS. Al
lsra’: 36).
Nah, bagi yang belum terjun (dan jangan
caba-coba tenjun) jadi playboy jaman now, ada baiknya menyimak firman Allah,
“KatakanIah kepada orang Iaki-Iaki yang beriman supaya menundukkan sebagian
pandangan mereka”. (QS. An Nur:30).
Jadi, ini vonis buat para laki-laki agar
jangan ngecengin anak perempuan, apalagi sampai ngelaba segala. Lalu, mungkin
ada yang bertanya, “Kenapa para playboy jaman now malah semakin banyak, padahal
aturannya sudah ada?”
lnilah salah satu produk ideologi kapitalisme yang telah membuat masyarakat kita berantakan. Salah satu yang didakwahkan para pengemban ideologi ini adalah paham permisivisme alias kebebassn yang kelewat batas. Terutama dalam hubungan antara laki-laki dan wanita. Makin permisive-nya kaum muslimin, maka semakin longgarlah nilai-nilai keislaman yang selama ini mengikatnya.
lnilah salah satu produk ideologi kapitalisme yang telah membuat masyarakat kita berantakan. Salah satu yang didakwahkan para pengemban ideologi ini adalah paham permisivisme alias kebebassn yang kelewat batas. Terutama dalam hubungan antara laki-laki dan wanita. Makin permisive-nya kaum muslimin, maka semakin longgarlah nilai-nilai keislaman yang selama ini mengikatnya.
Justru ketika nilai-nilai ketakwaan
individunya melorot, kemudian kontrol masyarakatnya melemah dan penerapan aturan
dan sanksi oleh negara, saat itu pula Iah kita mudah dihancurkan. Ya, buktinya
sekarang .
Jadi, mulai saat ini kamu harus sadar, kamu juga wajib
mempelajari Islam sampai sempurna, agar kamu tak Iagi membiarkan nafsumu liar
begitu saja. Makanya, jangan iseng, nanti malah kecanduan, Iagi. Yakinlah, bahwa kita bisa mengubah diri kita, hanya
soal waktu dan kesadaran.
"Sekian percakapan anak jaman now"
Wahai para
playboy jaman now, tidakkah kalian menginginkan kehidupan yang bahagia
selamanya? Tidakkah kalian menginginkan jannah (surga) Allah subhanahu wata’ala
yang luasnya seluas langit dan bumi?
Ketahuilah,
jannah Allah subhanahu wata’ala itu diraih dengan usaha yang sungguh-sungguh
dalam beramal. Jannah itu disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa yang
mereka tahu bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, mereka merasa bahwa
gemerlapnya kehidupan dunia ini akan menipu umat manusia dan menyeret mereka
kepada kehidupan yang sengsara di negeri akhirat selamanya. Allah subhanahu
wata’ala berfirman: “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan
yang menipu.” (Ali ‘Imran: 185)
Katakan No
untuk pacaraan, Laki-laki playboy jaman now seperti itu benar-benar tak pantas untukmu.
Diajak untuk takut dosa malah nantang. Diajak tobat malah kumat jahatnya.
Inilah momen untuk kamu ketahui bahwa ternyata laki-laki yang pernah kamu kenal
adalah orang yang keras hatinya dan susah diajak kepada kebenaran. Maka,
biarkan saja.
Yakinlah bahwa
Allah akan memberimu ganti dengan seseorang yang jauh lebih baik darinya, kelak
bila kamu sudah siap untuk berumah tangga. Untuk saat ini, fokus dulu pada
belajar dan berprestasi setinggi-tingginya ya. Jangan khawatir soal jodoh
karena sejak mula ruhmu ditiupkan dalam rahim ibu, pasangan jiwa itu sudah ada
untukmu. Tinggal kamunya saja mau menjemputnya dalam kondisi haram atau halal.
It’s up to you, Bro. Muslim cerdas pastilah memilih yang halal yaitu tanpa
pacaran sebelum nikah. Keren kan? Siip dah! ^_^
“Perempuan-perempuan
yang keji untuk Laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk
perempuan-perempuan keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik ntuk
laki-laki yang baik, an laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik
(pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh
ampunan dan reseki yang mulia (surga).” (QS.An-Nur:26)
#R

Tidak ada komentar:
Posting Komentar